Perkembangan Koperasi di Indonesia

Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto. Koperasi tersebut diperkenalkan pada tahun 1896. Beliau mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyat yang terjerat hutang dengan rentenir. Koperasi tersebut bergerak di bidang simpan pinjam. Kegiatan R. Aria Wiriatmadja dikembangkan lebih lanjut oleh De Wolf Van Westerrode. Beliau merupakan asisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas.

Boedi Oetomo yang didirikan pada tahun 1908, menganjurkan berdirinya koperasi untuk keperluan rumah tangga. Serikat Islam juga mengembangkan koperasi yang bergerak di bidang keperluan sehari-hari. Perkembangan pesat di bidang koperasi menyatu dengan kekuatan sosial dan politik. Hal itu menimbulkan kecurigaan bagi pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya mengatur koperasi namun cenderung mengahalangi dan menghambat perkembangannya.

Pada akhir tahun 1930 didirikan Jawatan Koperasi dengan berbagai tugas. Tugas tersebut diantaranya memberikan penerangan kepada pengusaha-pengusaha Indonesia mengenai seluk beluk perdagangan;ย  melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap koperasi-koperasi serta memberikan penerangannya; memberikan keterangan-keterangan tentang perdagangan pengangkutan, cara-cara perkreditan dan hal ihwal lainnya yang menyangkut perusahaan-perusahaan; penerangan tentangย  organisasi perusahaan; dan menyiapkan tindakan-tindakan hukum bagi pengusaha Indonesia.

Pada tahun 1933 diterbitkan Peraturan . Peraturan tersebut menggantikan Koninklijke Besluit No. 431 Tahun 1915. Peraturan Perkoperasian 1933 ini diperuntukkan bagi orang-orang Eropa dan golongan timur Asing. Pada waktu itu berlaku 2 Peraturan Perkopersian. Peraturan tersebut yaitu Peraturan Perkoperasian tahun 1927 dan Peraturan Perkoperasian tahun 1933. Peraturan tahun 1927 diperuntukkan bagi golongan Bumi Putera sedangkan peraturan tahun 1933 diperuntukkan bagi golongan Eropa dan Timur Asing.b

Jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih dengan jumlah keanggotaan sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah tersebut merupakan angka yang tercatat hingga bulan November 2001. Corak koperasi Indonesia adalah koperasi dengan skala sangat kecil. Pencabutan Inpres No. 4 Tahun 1984 tentang KUD telah melahirkan gairah masyarakat untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi melalui koperasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s