Bentuk Koperasi

Bentuk koperasi di Indonesia berbeda-beda. Bentuk tersebut terdiri menurut tingkatan, sifat usaha dan luasnya usaha. Bentuk koperasi menurut tingkatannya dibagi menjadi koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi primer yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-orang. Koperasi ini memerlukan anggota paling sedikit 20 orang. Koperasi sekunder yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi primer. Koperasi ini minimal beranggotakan 3 koperasi primer yang sejenis. Koperasi sekunder dapat berbentuk pusat koperasi, gabungan koperasi dan induk koperasi.

Koperasi menurut sifat usahanya terdiri atas koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam dan koperasi produksi. Koperasi konsumsi adalah koperasi yang usahanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari para anggotanya. Koperasi tersebut biasanya membeli bermacam-macam barang kebutuhan sehari-hari dari agen atau produsen dalam jumlah banyak. Barang tersebut kemudian dijual kepada anggota dengan harga terjangkau. Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam urusan penyimpanan dan peminjaman uang. Simpanan diterima dari anggota dalam bentuk simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela. Koperasi produksi adalah koperasi yang usahanya ditujukan untuk mengvhasilkan sejenis barang secara bersama-sama. Koperasi tersebut beranggotakan produsen-produsen kecil yang menghasilkan barang-barang sejenis.

Koperasi produksi terdiri dari koperasi pertanian, koperasi peternakan, koperasi perkebunan, koperasi perikanan dan koperasi industri dan kerajinan. Koperasi pertanian adalah koperasi yang bergerak dalam bidang pertanian. Koperasi ini menyediakan sarana produksi dan alat-alat pertanian. Koperasi peternakan adalah koperasi yang bergerak dalam udaha peternakan. Koperasi perkebunan adalah koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha perkebunan. Koperasi perikanan adalah koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha perikanan. Koperasi industri dan kerajinan adalah koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha industri dan kerajinan. Industri tersebut diantaranya industri meubel, tekstil, batik, ukiran dan anyaman.

Koperasi menurut luas usaha dibedakan menjadi koperasi berfungsi tunggal dan koperasi berfungsi jamak. Koperasi berfungsi tunggal adalah koperasi yang hanya memiliki satu bidang atau fungsi. Koperasi ini contohnya seperti koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam, koperasi produksi dan koperasi jasa. Koperasi berfungsi jamak adalah koperasi yang fungsi atau bidang usahanya lebih dari satu. Koperasi ini contohnya seperti koperasi serba usaha dan koperasi unit desa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s