Tragedi Libya Di Bawah Pimpinan Moammar Khadafi

Ini adalah sebuah tragedi yang sangat menyedihkan bagi rakyat Libya sekarang ini dalam menghadapi tekanan dan kekejaman dari pemimpinnya sendiri. Muammar Khadafi telah menjatuhkan banyak korban demi mempertahankan kekuasaaanya bahkan dia tetap berjuang sampai titik darah penghabisan demi kekuasaan. Khadafi sudah memerintah di negaranya selama 42 tahun atau 4 dekade. Menurut saya, Khadafi hampir sama seperti mantan Presiden kita Bapak Soeharto yang memerintah selama 32 tahun. Namun bedanya, Khadafi adalah salah satu diktator yang sebenarnya dengan sikapanya tersebut hanyalah merusak dan membawa kehancuran bagi negaranya juga rakyatnya.

k

Pemerintahan Khadafi bisa dibilang besifat nepotisme. Ia membentuk sekumpulan orang yang berkuasa di negaranya berdasarkan saudara dan keluarganya sehingga ia dapat mengatur negara ditangannya. Khadafi adalah seorang yang tak menepati janjinya terhadap rakyat-rakyatnya. Sewaktu ia mengambil kekuasaan dari Raja Idris pada tahun 1969, ia pernah menjanjikan akan mengadakan revolusi bagi negaranya. Namun setelah berjalan sampai sekarang revolusi tersebut hanya sebagai hisapan jempol belaka dan tidak merubah apa yang telah dijalankan oleh Raja Idris sebelumnya. Semua penguasa seakan lupa dengan janjinya dan membiarkan rakyatnya. Rakyat hidup sendiri tanpa ada bantuan dan perlindungan dari pemerintahannya. Bahkan yang mereka dapatkan hanyalah semburan peluru dari senjata-senjata para penguasa dan keluarga yang melindungi kekuasaannya.

Menurut saya selama ini Islam di negaranya tumbuh dari rakyatnya sendiri. Khadafi sudah lama tidak mengenal Islam dan baginya Islam hanyalah sebuah kosmetik bagi negaranya. Ia sangat mempercayai ideologi buatan manusia. Semua perlakuannya kepada rakyat-rakyatnya sendiri sangatlah tidak berperikemanusiaan. Kuburan kini ada dimana-mana, onggokan dan batu nisan sudah tersebar di selutuh kota-kota di Libya.

Rakyat Libya rela berkorban demi memperjuangkan hak-hak mereka bahkan merelakan nyawa mereka martir demi negara mereka sendiri. Mereka rela membayar semua itu dengan kematian. Bahkan bagi mereka kematian adalah sesuatu yang tidak perlu ditakuti dan dihindari lagi, karena kematian akan dating kepada siapapun. Kematian sudah menjadi pilihan untuk mereka demi mengakhiri kekejaman dan kekuasaan penguasanya yang sudah tidak dapat lagi melindungi mereka.

libya 3

Khadafi sudah terlihat seperti seseorang yang sangat gila kekuasaan. Semua sudah tidak ia perdulikan. Karena yang sekarang ia cintai bukanlah rakyatnya tetapi kekuasaan dan jabatannya. Bahkan Khadafi sudah sama saja menganggap kekuasaannya sebagai “tuhan” yang sangat ia cintai , sembah , dan menjadi tempat perlindungannya.

Meskipun banyak dari beberapa penguasa yang akhirnya mundur dari pemerintahan, namun Khadafi tidak mundur bahkan semakin kuat untuk mempertahankan kekuasaanya itu. Saya sangat kagum dengan tindakan para pilot dan co-pilot yang diperintahkan oleh Khadafi untuk  membubarkan rombongan demonstran di Benghazi yang merupakan salah satu kota besar di Libya yang di penuhi oleh rakyat-rakyat Libya yang ingin memberontak Khadafi. Pilot dan co-pilot tersebut diperintahkan  untuk membom demontran dari udara. Namun karena pilot dan co-pilot tersebut masih memiliki hati nurani, di tengah perjalanan mereka memutuskan untuk berbalik arah dan pergi ke Malta yaitu salah satu negara anggota Uni Eropa. Dari kejadian tersebut pun kita bisa melihat kekejaman Khadafi terhadap rakyatnya dan pilot tersebut juga telah membuka mata dunia akan kebiadaban rezim Libya. Bahkan tindakan kedua pilot tersebut diikuti oleh beberapa pilot setelah mereka.

Pasukan Libya sering tidak mematuhi peraturan zona larangan terbang sehingga membuat negara-negafra anggota NATO ikut campur dalam urusan negara lain. Bahkan dengan kedatangan NATO sudah banyak menelan banyak korban sipil di Libya. Hal ini sebenarnya harus diwaspadai karena negara-negara Barat memiliki hubungan dan kepentingan dengan Libya seperti kekayaan alam dan politik. Seperti yang kita ketahui secara umum, bahwa Barat banya tidak disenangi oleh masyarakat Timur Tengah melihat campur tangan Barat dalam kehidupan masyarakat disana. Sangat sulit perdamaian akan terjadi apabila yang menjadi penengah adalah pihak Barat. Sudah seharusnya masalah ini menjadi tangguungan negara Timur. Memang kita juga membutuhkan bantuan dari negara lain. tapi dengan campur tangan Barat secara terus menerus akan terjadi ketidakseimbangan dan keberpihakan. Bahkan denga situasi seperti ini juga nmasih dimanfaatkan oleh pihak Barat dalam berpolitik. Seperti Jerman dan Amerika yang sama-sama ingin menunjukkaan kekuatan mereka dengan pesawat-pesawat yang mereka turunkan untuk menangani masalah ini.

libya-miliary-response-gi

Kasus ini pun bisa membawa pemikiran rakyat kepada Amerika sebagai salah satu negara yang berusaha untuk menguasai minyak di Libya. Itu dapat merubah pemikiran positif rakyat Libya pada pihak Barat yang tadinya hanya berniat ingin membantu masalah di Libya. Khadafi pun dapat memerintah rakyatnya untuk melawan dan siap bertempur melawan Barat. Dengan begitu perdamaian akan sulit dicapai antar negara maupun dalam negara dan akan lebih banyak memakan korban lainnya.

Ini bukan hanya masalah kemanusiaan tapi juga masalah politik yang sengaja dimanfaatkan dan dikaitkan. Menurut saya, ini sangat tidak adil bagi para demonstran yang berjuang tanpa menggunakan senjata-senjata seperti yang digunakan oleh para pasukan dan pengikut Khadafi. Senjata-senjata besar yang telah menjatuhkan banyak korban. Tindakan-tindakan pasukan dan pengikut-pengikutnya juga sangatlah tidak beradab. Menurut yang saya ketahui selain menyiksa mereka juga memperkosa para wanita. Hal-hal tersebut harusnya mendapatkan teguran dari pemimpin terutama apabila ia memang orang yang masih memiliki hati nurani.

Sebenarnya masalah ini dapat selesai bila semua negara bekerja sama dalam membantu Libya beserta masyarakatnya dalam menyelesaikan masalah ini. Khadafi dan pasukan dan pengikutnya sebenarnya hanyalah bagian kecil dari sekelompok manusia yang dapat di tangani apabila semua negara bergabung. Pasukan dan pengikut Khadafi tersebut bisa saja kalah banyak dan lemah dalam kekuatan apabila semua negara mengepung mereka. Namun hal ini juga patut dipikirkan matang-matang. Karena Libya juga memiliki masyarakat yang perlu dilindungi. Dengan menjalankan hal tersebut tentu akan menimbulkan perang yang sangat besar sehingga mengorbankan banyak warga negara tentunya juga warga negara Indonesia yang ada di Libya sebagai tenaga kerja.

Tapi menurut saya, nantinya masalah ini akan cepat berlalu seiring berjalannya waktu. Karena sekuat apapun Khadafi dan pasukannya berusaha dalam mencoba mempertahankan diri, Khadafi tidak dapat lari kemana-mana karena saat ini kekuasaannya seperti sudah menyanderanya. Hingga suatu saat ia akan merasa lelah dalam permainannya ia akan kalah hingga kekuasaan tersebut akan berpindah tangan. Pasukan dan pengikutnya tanpa dia tentu tidak akan dapat mempertahankan diri mereka. Sampai saatnya mereka harus berani menghadapi dunia luar yang sudah tak lagi segan terhadap mereka. Sekarang hanya bagaimana saja kita menanggapi persoalan ini atau hanya berpangku tangan dan menyaksikan permasalahan ini hingga semuanya berakhir.

Protesters wave a flag in this undated picture purportedly taken recently in Benghazi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s