Manajemen Produksi

Manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan, mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Manajemen produksi berkembang sejak adanya pembagian kerja atau spesialisasi dan revolusi industri yang merupakan peristiwa penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Yang dapat terlihat dari revolusi industri yaitu bertambhanya penggunaan mesin, efesiansi bahan produksi, pembangunan jalan kereta api, alat transportasi, dan komunikasi serta meluasnya perkembangan perbankan. Selain itu juga perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang menjadi faktor berkembangnya manajemen produksi.

Produksi sendiri adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk menghasilkan/menaikan nilai kegunaan barang/jasa.

Proses produksi dilihat dari arus bahan mentah hingga barang jadi:

  • Proses terus-menerus: proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses.
  • Proses terputus-putus: Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses, sehingga lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam proses.
  • Proses produksi campuran: Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus.

Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi:

  • Proses perubahan bentuk
  • Proses assembling
  • Proses transportasi
  • Proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi

Pengelolaan sistem produksi melibatkan serangkaian proses pengambilan keputusan. Secara umum ada 5 jenis pengambilan keputusan di dalam manajemen produksi, yaitu keputusan yang berkaitan dengan:

  • Proses produksi: berkaitan dengan penentuan wahana atau fasilitas fisik yang dipergunakan.
  • Kapasitas: berkaitan dengan penentuan kemampuan sistem produksi untuk menghasilkan barang dalam jumlah dan waktu yang tepat.
  • Persediaan: berkaitan dengan pengaturan material yang diperlukan untuk keperluan produksi.
  • Tenaga kerja: faktor penentu dari keberhasilan semua aktivitas di dalam sistem produksi.
  • Kualitas produksi: kualitas atas barang/jasa yang diproduksi.

Dilihat dari kondisi atau keadaan dari keputusan yang harus diambil, maka terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu:

  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti.
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainly).
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

Ruang lingkup manajemen produksi dan operasi akan mencakup perencanaan atau penyiapan sistem produksi dan operasi, pengendalian dari sistem produksi dan operasi, serta sistem informasi produksi. Peranan perencanaan dan pengendalian produksi adalah semata-mata dimaksudkan untuk mengkoordinasikan kegiatan bagian langsung atau tidak langsung dalam berproduksi, sehingga perusahaan itu betul-betul dapat menghasilkan barang-barang atau jasa dengan efektif dan efisien serta memenuhi sasaran-sasaran lainnya.

Sistem produksi mempunyai masukan yang dapat berupa, bahan baku, komponen atau bagian dari produk, barang setengah jadi, formulir-formulir, para pemesan atau langganan dari para pasien. Keluaran dari sistem produksi dapat berupa barang jadi, barang setengah jadi, bahan-bahan kimia, pelayanan kepada pembeli dan pasien, formulir-formulir yang telah selesai diisi dan diproses.

Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:

  • Proses pengolahan:  merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.
  • Jasa-jasa penunjang: merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan.
  • Perencanaan: merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan.
  • Pengendalian atau pengawasan: merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan.

Penentuan lokasi pabrik dan penentuan layout pabrik: manajemen perusahaan dalam memilih lokasi pabrik didasarkan pada beberapa macam alternatif. Tahap-tahap dalam pemilihan lokasi pabrik terdiri dari pengumpulan data, menganalisa data yang masuk, menentukan urutan alternatif lokasi yang dipilih dan menentukan lokasi pabrik yang dipilih. Penentuan metode pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada faktor rating, analisa ekonomis, dan analisa volume biaya. Sebagaimana diketahui bahwa layout yang dipergunakan dalam sebuah pabrik akan mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penentuan layout pabrik harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

 

referensi: google.co.id

id.wikipedia.org

modul Universitas Darma Persada

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s