Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

Kewiraswastaan adalah kemampuan dan keberanian mengambil resiko juga mempertaruhkan usaha, uang, dan tenaga untuk membangun suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Sebuah badan usaha atau perusahaan dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu yang disebut wiraswastawan/entrepreneur. Pengertian wiraswasta menujuk kepada pribadi tertentu yang secara kulitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu kepribadian yang memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri, mengambil keputusan untuk diri sendiri, menetapkan tujuan atas dasar pertimbangan sendiri, menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju ke depan, membawa perusahaan kea rah kemampuan, perkembangan, serta kontinuitas, memperkenalkan hasil produksi barang, memperkenalkan cara produksi yang lebih maju, membuka pasar, merebut sumber bahan mentah ataupun setengah jadi, dan melaksanakan bentuk organisasi perusahaan yang baru.

Dalam wiraswasta tercakup beberapa unsur yang penting yang saling terkait satu sama lain. Unsur-unsur tersebut diantaranya yaitu unsur pengetahuan yang mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang, unsur keterampilan yang pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja yang nyata, unsur sikap mental yang merupakan unsure penting sebagai titik tolak mencapai hasil, dan unsur kewaspadaan yang merupakan panduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang.

Secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya sebagai hak milik. Ketiga cara tersebut diantaranya dengan membeli perusahaan yang telah dibangun, memulai perusahaan baru, dan membeli hak lisensi yaitu adanya kerjasama antara si pembeli hak lisensi (franchisee) dengan pihak yang hak lisensinya dibeli (franchisor). Dalam franchising terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan antara franchisee dengan franchisor. Dengan franchising, perusahaan diselenggarakan seolah-olah menjadi bagian dari suatu rangkaian besar, lengkap dengan nama, produk merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar.

Perkembangan usaha waralaba di Indonesia saat ini dan di masa mendatang memiliki prospek baik dan semakin pesat kemajuannya, karena dapat member manfaat bagi franchisor dan franchiseenya maupun bagi konsumennya, menyediakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja baru. Disamping itu juga dapat memperluas sarana dan akses pasar bagi produk-produk dan jasa Indonesia.

Jenis-jenis waralaba:

  1. Waralaba luar negeri: yang lebih cenderung disukai karena sistemnya jelas, merek diterima di berbagai belahan benua dan lebih bergengsi.
  2. Waralaba dalam negeri: yang menjadi salah satu pilihan untuk berinvestasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki cukup pengetahuan.

Adapun perusahaan-perusahaan kecil yang turut ikut serta dalam perekonomian di negara yang memiliki ciri-ciri manajemen berdiri sendiri, investasi modal terbatas, daerah operasinya lokal, dan ukuran secara keseluruhan relatif kecil. Perusahaan kecil juga memiliki beberapa kekuatan dimana kebebasan dalam bertindak relatif flexibel karena ruang lingkupnya yang kecil dan penyesuaian tempat yang lebih baik karena perusahaannya berada di lingkungan masyarakat sekitar. Namun dibalik kekuatan tersebut tentu ada kelemahan yang dimilikinya seperti mudahnya dipengaruhi keadaan, situasi, kondisi ekonomi, persaingan, dan lokasi yang buruk. Selain itu juga berkaitan dengan spesialisasi, modal dan jaminan pekerjaan bagi karyawannya.

Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap tiga hal yaitu profil pribadi, profil perusahaan serta paket pinjaman. Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan  memerlukan kejelian dalam kemampuan manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar. Kegagalan perusahaan kecil dapat terjadi karena faktor-faktor pengalaman manajemen yang masih kurang, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam prmosi penjualan, ketidakmampuan dalam menagih piutang, penggunaan teknologi yang ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, dan kesalahan pemilihan bidang usaha.

Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa perbedaan antara kewirausahaan dengan bisnis sangat pada umumnya kewirausahawaan memiliki badan hukum yang jelas, sedangkan bisnis kecil jarang yang memiliki badan hukum yang jelas. Selain itu, bisnis kecil sangat bergantung pada lingkungan pasar. Selain itu juga kewirausahawan lebih meningkatkan hasil dari suatu produknya, sedangkan bisnis kecil lebih meningkatkanpada laba yang akan didapatkan.

 

Referensi: google.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s